Entri Populer
-
MAKALAH HISTOLOGI JARINGAN PEMBULUH LIMFE Disusun Oleh : Nama : Prodi :...
-
http://www.koni.or.id/
-
DI era globalisasi, pembangunan kesehatan diarahkan pada peningkatan derajat kesehatan serta perbaikan gizi masyarakat. Pembangunan dalam bi...
-
Olahraga di Masa Pemerintahan Ir. Soekarno Arab tetap Arab, sejak zaman jahiliah memang mendominasi dunia tipu menipu. Tetapi menipu itu b...
-
Pengaruh Latihan Terhadap Trigliserid Darah Trigliserid adalah satu jenis lemak yang ditemukan di dalam darah. • Trigliserid diperlukan un...
-
www.norilove_sportandotomotif.co.id Dalam kehidupan sehari-hari, semua orang ingin menjadi sehat. Sehat keadaan di mana penyakit, baik menta...
-
Metabolisme Suhu Tubuh 1. Metabolisme Pengaturan Suhu Tubuh PRINSIP PENGATURAN SUHU TUBUH Konsep Core temperature yaitu dianggap merupa...
Kamis, 21 Oktober 2010
SPORT DAN OTOMOTIF: Hubungan Olahraga dan Suplemen
Senin, 18 Oktober 2010
Gizi Olahraga Untuk Berprestasi
Salah satu strategi Depkes untuk mencapai Indonesia Sehat 2010 adalah Paradigma Sehat; yaitu pendekatan yang berorientasi pada promotif, preventif, proaktif-Community-centered, partisipatif dan pemberdayaan masyarakat. Sedangkan olahraga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan fisik sekaligus untuk mencegah agar tidak mudah sakit.
Pengetahuan gizi olahraga bagi masyarakat secara umum serta atlet yang berprestasi sangat penting. Kita ketahui bahwa dalam masa pertumbuhan serta perkembangan, proses kehidupan seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya intake zat gizi.
Di samping itu gizi juga berpengaruh dalam mempertahankan dan memperkuat daya tahan tubuh. Perihal tersebut di atas berlaku pula bagi para atlet meskipun secara lebih khusus kebutuhan jenis dan jumlah zat gizi bagi seorang atlet akan berbeda dengan kelompok bukan atlet karena kegiatan fisik dan psikis berbeda baik selama masa latihan maupun pada saat pertandingan. Prestasi olahraga yang dicapai oleh para atlet yang terkait erat dengan ketepatan penentuan dan penyediaan jenis dan jumlah zat gizi yang dibutuhkan.
Pro-Kontra Carbohydrate Loading
Meningkatnya keingintahuan mengenai informasi strategi pertandingan sering meningkatkan motivasi atlet untuk mencari advise di bidang gizi. Namun sukses dalam pertandingan tergantung dari banyak aspek, termasuk kualitas diet selama latihan dan tidak hanya melakukan sesuatu yang benar segera sebelum atau pada saat bertanding.
Problema utama yang sering ditemui atlet yang sedang berlatih dengan keras adalah kelelahan atau ketidakmampuan untuk memulihkan rasa lelah dari satu latihan ke latihan berikutnya. Untuk atlet, kebutuhan energi dan karbohidrat pada saat latihan lebih besar daripada kebutuhan pada saat bertanding. Oleh karena itu pemulihan simpanan karbohidrat setiap hari harus menjadi prioritas bagi atlet yang menjalani latihan yang intensif.
Ketika atlet tidak mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang adekuat setiap hari, simpanan glikogen otot dan hati kemungkinan habis. Penelitian menunjukkan bahwa pengosongan simpanan glikogen secara bertahap dapat menurunkan daya tahan serta penampilan atlet.
Pada jenis olahraga endurance (daya tahan) dengan intensitas yang tinggi seperti marathon, triathlon dan cross country sangat membutuhkan simpanan glikogen daripada olahraga non endurance di mana intensitasnya rendah atau tinggi hanya untuk waktu yang pendek misalnya senam, ski, lari jarak pendek, sepakbola dan bola basket.
Simpanan glikogen yang normal harus cukup atau adekuat untuk olahraga non endurance. Hal ini dapat dicapai dengan mengonsumsi secara teratur diet tinggi karbohidrat (7-10 gram CHO/Kg BB/hari atau 55-70% karbohidrat dari total energi), kemudian dilanjutkan mengurangi latihan dan meningkatkan konsumsi karbohidrat 10 gram/kg BB/hari sekitar 24-36 jam sebelum bertanding. Sayangnya kebiasaan makan atlet tidak dapat memenuhi asupan karbohidrat ini sehingga simpanan glikogen menjadi rendah.
Pada olahraga non endurance yang digambarkan dengan lama latihan terus-menerus (60-80 menit, simpanan glikogen dapat dicapai dengan cara di atas. Namun untuk olahraga endurance (>90 menit) dan ultra endurance (>4 jam), simpanan glikogen yang normal tidak akan memenuhi. Untuk mengatasi hal ini teknik yang dinamakan ‘’Carbohydrate Loading’’ yang dapat meningkatkan simpanan glikogen 200-300% dimana kelelahan dapat ditunda dan penampilan atlet dapat ditingkatkan.
Kelemahan cara Carbohydrate Loading yang asli adalah bahwa kenaikan berat badan mungkin tejadi pada fase diet tinggi karbohidrat sebesar 2,1-3,5 kilogram berasal dari kenaikan simpanan air bersamaan dengan simpanan glikogen.
Sementara ekstra glikogen dan air dapat menghilangkan rasa letih dan kemungkinan dehidrasi selama pertandingan, juga dapat menambah esktra berat badan yang dapat mempengaruhi olahraga yang menonjolkan kecepatan dan kelenturan daripada daya tahan.
Fase diet rendah karbohidrat dapat memberi efek samping seperti kelelahan, mual, ketosis, berat badan menurun serta pengeluaran sodium dan air meningkat. Untuk mengurangi efek samping ini maka dilakukan modifikasi karbohidrat loading yang asli dengan menghilangkan fase latihan yang berat serta pembatasan karbohidrat. Enam hari sebelum pertandingan diberikan makanan dengan tinggi karbohidrat (70% dari total energi) diikuti dengan jadwal latihan yang sedang 3 hari, dilanjutkan 3 hari dengan latihan ringan. Kenaikan konsentrasi glikogen otot diperoleh sebesar 130-205 mmol/Kg BB dengan cara Astrand.
Selain itu penghilangan latihan yang keras serta pembatasan karbohidrat akan menurunkan risiko luka dan efek samping.
Atlet dan pelatih perlu memperhatikan kebutuhan latihan diet untuk memaksimalkan karbohidrat loading.
Sementara kadar glikogen dapat ditingkatkan dalam waktu 24 jam dengan tinggi karbohidrat (7-10 gram/kg BB atau 70-85% dari total energi), diperlukan waktu 3-5 hari untuk mencapai kadar yang maksimal.
3 hari diet tinggi karbohidrat umumnya dirasakan cukup untuk kompetisi dan juga untuk meminimalkan lipogenesis.
Jenis karbohidrat yang dikonsumsi atlet pada setiap kali makan utamanya harus berasal dari makanan sumber karbohidrat yang bergizi, namun makanan tersebut volumenya besar (bulky) sehingga dapat mempengaruhi asupan yang adekuat atau meningkatkan frekuensi buang air besar. Penggunaan gula dan bentuk karbohidrat lain yang padat dapat menjamin konsumsi energi dan karbohidrat yang adekuat.
Gangguan Makan Pada Atlet
Keinginan untuk menang pada atlet menyebabkan banyak atlet menggunakan cara-cara ekstrim yang biasanya tanpa dasar ilmiah dan dapat membahayakan kinerja olahraga dengan risiko ketidakseimbangan gizi (kekurangan/kelebihan), mahal dan hanya memberikan efek semu (placebo effeet) serta cenderung menimbulkan ketergantungan.
Gangguan makan sering ditemui pada atlet karena mereka terlalu mementingkan berat badan dan berkeinginan sangat keras untuk menang sehingga menjadi obsesi. Penggunaan suplemen gizi terutama vitamin adalah biasa di dunia olahraga. Ada yang menggunakan suplemen protein, mikro nutrient, bahkan ada yang mencoba menghindari semua lemak atau semua protein hewani.
Faktor-faktor yang menyebabkan atlet mempunyai gangguan perilaku makan antara lain adalah nasehat dari pelatih atau orang tua, ketakutan akan akibat buruk bila tidak dilakukan, tahayul, pengetahuan tentang gizi yang kurang, kebiasan dan meniru top atlet senior.
Gangguan makan dapat bermacam-macam tetapi terutama yang merupakan sindroma klinik adalah anorexia nervosa dan bulemia nervosa yang mungkin ditemui dalam dunia olahraga. Banyak atlet terutama atlet putri yang mempraktekkan pengontrolan berat badan secara salah sehingga membahayakan. Biasanya hal ini ditemui pada atlet yang penampilannya perlu tampak ramping sangat sedikit tetapi berlatih banyak dan berat sehingga menjadi kurus sekali namun ingin tetap mempertahankan berat badan itu. Cara yang sering digunakan termasuk merangsang muntah, berpuasa dan menggunakan diuretika atau obat peneahar.
Dalam menghadapi atlet harus diketahui bahwa di antara atlet dengan kelainan perilaku atau gangguan makan sering dijumpai vegetarian sejati berdasarkan agama. Jadi perlu diperiksa dan diketahui rasionalnya termasuk kepercayaan akan berbagai makanan untuk dapat mengetahui perilaku makannya yang salah. Penilaian berdasarkan DSM-III-R (diagnostic and statistical manual of mental disorders) dapat sangat bermanfaat untuk mendiagnose gangguan makan yang tersembunyi.
Paling sukar adalah bila atletnya tidak mau menyadari keadaannya, pelatih tetap mau mempertahankan berat badan yang rendah atau bila berat badan sudah sangat rendah dan telah ada efek sampingnya mungkin kerjasama dengan psikolog diperlukan dalam penanganan kasus.
Pengetahuan tentang pola makan yang tidak adekuat dan berat badan/lemak tubuh yang tidak sesuai mungkin perlu diberikan juga kepada orang tua dan pelatih. Selain itu dapat pula diusahakan agar atlet yang telah didiagnosa menderita gangguan makan dapat bertemu dengan atlet yang mempunyai pola dan kebiasaan baik untuk menghilangkan kebingungan dan meyakinkan atlet tentang advice mana sesungguhnya yang benar.
Mitos Makanan dan Minuman Untuk Atlet
Salah satu dasar untuk mempertahankan kondisi tertinggi fisik dan prestasi olahraga adalah gizi yang optimal. Kondisi ini didefinisikan tidak dengan meningkatkan makan yang banyak tetapi intake gizi yang cukup untuk mempertahankan seseorang dalam kondisi fisik maksimal.
Namun dalam praktek sehari-hari banyak para atlet dan pelatih kurang memahami tentang makanan dan minuman yang kalau dikonsumsi akan memberikan kekuatan yang luar biasa. Berikut ini akan dibahas tentang mitos makanan dan minuman yang melanda berbagai atlet berprestasi baik yang dikonsumsi di dalam maupun di luar pemusatan latihan.
1. Mitos Susu
Banyak para atlet, pelatih dan pembina olahraga percaya bahwa susu adalah penyebab kram perut dan diare. Susu terutama yang rendah lemak atau skim sangat mudah dicerna dan gizinya tinggi. Seorang atlet kalau ia minum susu sedangkan enzim lactasenya sudah hilang, atlet tersebut akan menderita diare.
2. Mitos Kopi
Seorang atlet mempunyai kebiasaan minum secangkir kopi sebelum bertanding. Dia beranggapan bahwa kopi meningkatkan kemampuannya bertanding.
Ada penelitian membuktikan bahwa cafein memberi keuntungan untuk seorang atlet endurans. Minum kopi sebelum bertanding memberi stimulan untuk merelease lemak ke dalam peredaran darah dan otot membakar lemak ini menjadi energi. Seorang atlet endurance akan dapat lebih lama bertahan melakukan latihan sebelum glikogen habis terpakai. Jadi kopi memberikan efek positif terhadap ketersediaan energi sedangkan banyak peneliti lain meragukan kebenaran ini. Akhir-akhir ini beberapa peneliti mengemukakan bahwa tidak ada efek kopi terhadap performance apabila atlet yang bersangkutan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat yang tinggi dalam makanan lebih memberikan efek terhadap ketersediaan energi daripada kopi.
3. Mitos Suplemen
Umumnya atlet yang biasa menggunakan suplemen beranggapan bahwa sedikit sudah baik, kalau banyak tentu akan lebih banyak lagi. Dalam hal ini mereka tidak cukup mengetahui tentang bagaimana vitamin bekerja dan beraksi di dalam tubuh. Vitamin kalau dikonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan toksis.
Misalnya Vitamin B6 yang dikonsumsi lebih dari 1 gram/hari dalam jangka berbulan-bulan dapat berakibat hilangnya koordinasi otot dan paralysis, terlalu banyak vitamin dapat menyebabkan masalah pada pencernaan, batu ginjal dan diare. Pada umumnya bila dosis lebih besar dari 10 kali lipat kebutuhan dianggap sebagai megadosis dan hanya diminum di bawah pengawasan dokter. Pada megadosis, dalam sistem enzim pada tubuh kita berfungsi sebagai katalisator tetapi karena terlalu banyak sebagian lagi berfungsi sebagai suatu zat kimia atau tidak lagi sebagai zat gizi.
Orang-orang menggunakan suplemen karena merasa bahwa menu makanannya miskin dan zat-zat gizi lebih banyak daripada orang lain karena keadaan tertentu misalnya perokok berat, stres dan lain-lain. Pada keadaan yang kurang menguntungkan ini terjadi penghambatan sekresi atau kinerja enzim yang membuat sistem metabolisme kurang efisien. Atau dengan kata lain apabila tubuh menggunakan dengan zat-zat gizi dalam percepatan yang tinggi, maka orang tersebut membutuhkan zat-zat gizi tertentu dalam jumlah banyak yang belum tentu dapat disuplai hanya dari makanan. Jika Anda sudah terbiasa dengan suplemen yang terbuat dari bahan alami.
4. Mitos Protein
Sejak zaman Yunani Kuno, atlet umumnya sudah mengenal nasehat-nasehat gizi supaya berprestasi lebih tinggi. Nasehat pelatih untuk atlet antara lain, makan daging rusa supaya lebih cepat larinya, makan daging kambing supaya lebih tinggi meloncatnya, dan makan daging sapi jantan agar lebih kuat membanting lawannya. Zaman sekarang, pelatih menganjurkan lebih banyak makan protein agar lebih baik prestasi yang dicapai.
Protein adalah zat gizi yang utama untuk mempertahankan pertumbuhan dan struktur tubuh, tetapi protein adalah sumber yang miskin untuk penyediaan energi dalam periode yang cepat untuk orang yang aktif fisiknya. Banyak atlet yang makan protein 3 atau 4 kali lebih banyak dari kebutuhannya.
Atlet sesungguhnya membutuhkan 50-80 gram protein per hari. Apa yang akan terjadi bila atlet mengonsumsi protein terlalu banyak?
Di dalam pencernaan sebelum diabsorpsi, protein dipecah menjadi asam-asam amino. Asam-asam amino yang berbentuk seperti ini bermacam-macam fungsinya seperti untuk mempertahankan dan mengganti sel-sel yang rusak, pembentukan enzim dan hormon, mempertahankan kekebalan tubuh dan lain sebagainya. Jika protein yang dikonsumsi lebih banyak dari yang dibutuhkan, maka kelebihan protein disimpan dalam badan. Dengan kata lain, badan menjadi gemuk, bukan otot yang bertambah besar. Pada metabolisme protein, dikeluarkan bahan sisa yang bersifat toksis yaitu ammonia dan urea. Kedua bahan sisa ini harus dikeluarkan dari tubuh di dalam urine. Jika protein yang dikonsumsi terlalu banyak, maka atlet akan lebih banyak kencing untuk mengeluarkan bahan toksis tersebut sehingga ginjal akan bekerja lebih keras demikian pula hati untuk menormalkan bahan toksis yang tersisa di dalam tubuh.
Selain itu bersama urine akan keluar pula potassium dan mineral lainnya. Kondisi ini berpengaruh terhadap dehidrasi, kekurangan mineral dan menurunnya performance atlet.
5. Mitos Gram
Natrium adalah mineral yang jumlahnya di dalam tubuh paling banyak bila dibandingkan dengan zat-zat mineral lainnya. Seorang dewasa membutuhkan ?½ gram garam dapur/hari. Para pelatih profesional sering menasehatkan untuk meminum tablet Nacl pada sebelum, selama dan sesudah kompetisi. Atlet yang secara rutin terlatih mengeluarkan natrium dan potassium melalui keringat. Tetapi badan sudah pula terlatih bagaimana mempertahankan garam di dalam tubuh secara efisien sehingga yang hilang di dalam keringat hanya sedikit. Yang dibutuhkan oleh atlet yang berkeringat bukan air plus mineral tetapi cukup air saja. Jika atlet diajurkan minum tablet garam akan berbahaya buat kesehatan yang bersangkutan.
6. Mitos Sport Drinks
Sport drink mengandung gula artificial sebagai pemanis, glukosa, garam dan air. Di iklankan bahwa minuman ini lebih cepat masuk ke dalam peredaran darah daripada air biasa untuk segera dapat menyediakan energi. Hasil penelitian membuktikan justru sebaliknya dimana sport drink masuk ke dalam peredaran darah lebih lambat daripada air biasa. Jadi sesungguhnya yang dibutuhkan atlet adalah air atau lebih banyak air bukan sport drink.
7. Mitos Puasa
Banyak pelatih menyuruh puasa sebelum atlet bertanding. Berpuasa tidak rasional untuk keperluan meningkatkan performance. Sampai sekarang, banyak atlet yang masih percaya bahwa berpuasa atau tidak makan makanan padat dapat meningkatkan endurance dan kinerja atlet. Hal ini tidak benar, berpuasa justru menurunkan endurance karena kurangnya jumlah makanan yang dikonsumsi akan berakibat menipisnya deposit zat-zat gizi di dalam tubuh termasuk glikogen. Selain itu berpuasa lebih dari 12 sampai 24 jam mengakibatkan berkurangnya jaringan otot vital, glikogen, vitamin dan mineral. Jadi berpuasa untuk atlet adalah tidak perlu dan berpotensi menurunkan prestasi.
8. Efek Placebo
Jika ada semacam pil, makanan atau minuman yang dipercaya mempunyai khasiat yang memberi kekuatan dan atlet dapat merasakan kegunaannya padahal secara ilmiah belum dapat dibuktikan, hal itu dikatakan sebagai efek placebo. Anda punya pikiran yang mendorong berbuat sesuatu, secara psikologis ada pengaruhnya terhadap performance. Efek placebo menggambarkan tentang perubahan performance yang dihasilkan dari perubahan mental seorang atlet yang mengharapkan pengaruh dari sesuatu yang diterima atau diminumnya. Misalnya atlet yang diberitahu disuntik dengan anabolik steroid, padahal sesungguhnya disuntik dengan air, meningkat performancenya dalam melakukan latihan.
Hal ini juga berlaku terhadap berbagai produk minuman ergogenik. Produk minuman tersebut tidak/belum terbukti secara ilmiah memberi keuntungan yang nyata terhadap performa latihan.
Beratus macam produk ergogenik yang dijual kepada atlet yang belum tentu konklusif memberi keuntungan, namun dapat memberi efek placebo bagi atlet yang percaya terhadap advertensi. Spesial skema diet dan produk ergogenik telah banyak dan sering dinasehatkan para pelatih untuk meningkatkan fitness dan endurance yang umum dijumpai misalnya Minyak Kecambah Suplemen (mengandung vitamin E dan asam-asam lemak tidak jenuh), gelatin (sebagai sumber asam amino glycine), fosfat dan alkalin diberikan kepada atlet. Bahan makanan ini dapat memberikan keuntungan psikologis tetapi tidak menguntungkan dari segi gizi dan fisiologi. Peredaran bahan makanan tersebut di atas dan bahan-bahan makanan superior lainnya lebih berlandaskan kepada supertisi dan tradisi.
Alhasil dapat disimpulkan bahwa pengetahuan gizi para pelatih dan para atlet perlu ditingkatkan dan harus dicegah supaya mencari makanan atau drug yang bersifat super atau wonder dengan maksud untuk meningkatkan prestasi. Untuk meningkatkan performance atlet harus mendapat bimbingan/conceling dalam program gizi dan kesehatan.
Atlet harus mempunyai kesempatan belajar tentang makanan, gizi dan kesehatan serta mempraktekkannya sehingga terbentuk perilaku sehat.#
untuk lebih detailnya klik link dibawah ini :
Prev: Di Tengah Kesibukan, Jangan Lupakan Berolah Raga
Next: Kiat Mendorong Anak Menjadi Aktif
Metabolisme Suhu Tubuh
1. Metabolisme Pengaturan Suhu TubuhPRINSIP PENGATURAN SUHU TUBUH
Konsep Core temperature yaitu dianggap merupakan dua bagian dalam soal pengaturan suhu yaitu :
• Bagian dalam inti suhu tubuh, yang benar- benar mempunyai suhu rata-rata 370 C, yaitu diukur pada daerah (mulut, otot, membrane tympani, vagina, esophagus.(Tr)
• Bagian luar adalah temperature kulit + 1/3 massa tubuh yaitu penukaran kulit sampai + 2 cm kedalam.(Ts)
• Dari dua bagian tersebut dapat disimpulkan bahwa temperature suhu tubuh rata-rata (tmb : Temperatur Mean Body) dengan rumus ;
• TMB = 0,33 Ts + 0.67 Tr
Organ Pengatur Suhu Tubuh
Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hypothalamus, Hipothalamus ini dikenal sebagai thermostat yang berada dibawah otak.
Hipothalamus anterior berfungsi mengatur pembuangan panas
Hipothalamus posterior berfungsi mengatur upaya penyimpanan panas
Mekanisme pengaturan suhu
Kulit --> Reseptor ferifer --> hipotalamus (posterior dan anterior) --> Preoptika hypotalamus --> Nervus eferent --> kehilangan/pembentukan panas
B. SUMBER PANAS
Metabolisme
Kegiatan metabolisme tubuh adalah sumber utama dan pembentukan/pemberian panas tubuh. Pembentukan panas dari metabolisme dalam keadaan basal (BMR) + 70 kcal/jam sedang pada waktu kerja (kegiatan otot) naik sampai 20%. Bila dalam keadaan dingin seseorang menggigil maka produksi panas akan bertambah 5 kalinya.
2. Mekanisme Berkeringat
Kelenjar keringat diperlihat dalam bentuk tubular yang dibagi menjadi 2 bagian
1. Bagian yang bergelung di subdermis dalam menyekresi keringat
2. Bagian duktus yang berjalan keluar melalui dermis dan epidermis kulit. Seperti juga pada kelenjar lainnya, bagian sekretorik kelenjar keringat menyekresi cairan yang disebut dengan secret primer /secret prekusor, kemudian konsemtrasi zat dalam cairan tersebut dimodifikasi sewaktu cairan mengaliri duktus.
Sekret prekusor adalah hasil sekresi aktif dari sel-sel epitel yang melapisi bagian yang bergelung dari kelenjar keringat. Serabut saraf simpatis kolinergik berakhir pada /dekat sel-sel kelenjar yang megeluarkan secret tersebut.
Komposisi secret prekusor mirip dengan yang terdapat dalam plasma, namun tidak mengandung protein plasma. Konsentrasi natrium sekitar 142 mEq/L dan klorida sekitar 104 mEq/L, dengan konsentrasi zat terlarut dlain yang lebih kecil bila dibandingkan di dalam plasma. Sewaktu larutan ini mengalir di bagian duktus kelenjar, larutan ini mengalami modifikasi melalui reabsorbsi sebagian besar ion natrium dan klorida. Tingkat reabsorbsi ini bergantung pada kecepatan berkeringat.
Apabila kelenjar keringat hanya sedikit dirangsang, cairan prekusor mengalir melalui duktus dengan lambat. Dalam hal ini, pada dasarnya semua ion natrium dan klorida direabsorbsi, dan konsentrasi maisng-masing ion ini menurun menjadi 5mEq/L. Hal ini mengurangi tekanan osmotic cairan keringat tersebut hingga nilai yang sangat rendah sehingga sebagian besar cairan kemudian juga direbsorbsi, yang memekatkan sebagian besar kandungan unsure lainnya. Oleh karena itu pada kecepatan berkeringat yang rendah, kandungan unsure seperti urea, asam laktat, dan ion kaium biasanya konsentrasinya sangat tinggi.
Sebaliknya apabila kelenjar keringat dirangsang dengan kuat oleh system saraf simpatis, secret prekusor dibentuk dalam jumlah yang banyak, dan duktus kini hanya mereabsorbsi natrium klorida dalam jumlah yang lebih sedikit dari setengahnya, konsentrasi ion-ion natrium dan klorida kemudian biasanya meningkat (pada orang yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan iklim) sampai tingkat maksimum sekitar 50 sampai 60 mEq/L, sedikit lebih rendah dari setengah konsentrasinya di dalam plasma. Lebih lanjut lagi, keringat mengalir melalui tubulus kelenjar begitu cepatnya, sehingga sedikit air yang direabsorbsi. Oleh karena itu, konsentrasi unsure terlarut lainnya dari keringat hanya sedikit meningkat, urea menjadi sekitar dua kali dari plasma, asam laktat sekitar 4 kali dari plasma, dan kalium sekitar 1,2 kali.
Bila orang belum menyesuaikan diri dengan iklim panas, ia akan mengalami kehilangan natrium klorida di dalam keringat dalam jumlah yang bermakna. Kehilangan elektrolit akan jauh lebih sedikit, meskipun kemampuan berkeringat telah ditingkatkan, bila orang telah terbiasa dengan iklim tersebut, seperti berikut ini.
3. Mekanisme Menggigil
Demam adalah peningkatan titik patokan (set-point) suhu di hipotalamus. Dengan meningkatkan titik patokan tersebut, maka hipotalamus mengirim sinyal untuk mningkatkan suhu tubuh. Tubuh berespons dengan menggigil dan meningkatkan metabolisme basal.
Demam timbul sebagai respons terhadap pembentukan interleukin-1, yang disebut pirogen endogen. Interleukin-1 dibebaskan oleh neutrofil aktif, makrofag, dan sel-sel yang mengalami cedera. Interlekin-1 tampaknya menyebabkan panas dengan menghasilkan prostaglandin yang merangsang hipotalamus (http://iwansain.wordpress.com/2007/10/03/pengaturan-suhu-tubuh-thermoregulasi/)
Bila pengeluaran panas melebihi pemasukan panas, maka termostat ini akan berusaha menyeimbakan suhu tersebut dengan cara memerintahkan otot-otot rangka kita untuk berkontraksi(bergerak) guna menghasilkan panas tubuh. Kontraksi otot-otok rangka ini merupakan mekanisme dari menggigil. Contohnya, seperti saat kita berada di lingkungan pegunungan yang hawanya dingin, tanpa kita sadari tangan dan kaki kita bergemetar (menggigil). Hal ini dimaksudkan agar tubuh kita tetap hangat. Karena dengan menggigil itulah, tubuh kita akan memproduksi panas. Hal diatas tersebut merupakan proses fisiologis (keadaan normal) yang terjadi dalam tubuh kita manakala tubuh kita mengalamiperubahan suhu. Lain halnya bila tubuh mengalami proses patologis (sakit). Proses perubahan suhu yang terjadi saat tubuh dalam keadaan sakit lebih dikarenakan oleh toksis (racun) yang masuk kedalam tubuh. Umumnya, keadaan sakit terjadi karena adanya proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh. Proses peradangan itu sendiri sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan dasar tubuh terhadap adanya serangan yang mengancam keadaan fisiologis tubuh. Proses peradangan diawali dengan masuknya racun kedalam tubuh kita. Contoh racun yang paling mudah adalah mikroorganisme penyebab sakit. Mikroorganisme (MO) yang masuk ke dalam tubuh umumnya memiliki suatu zat toksin/racun tertentu yang dikenal sebagai pirogen eksogen. Dengan masuknya MO tersebut, tubuh akan berusaha melawan dan mencegahnya yakni dengan memerintahkan tentara pertahanan tubuhantara lain berupa leukosit, makrofag, dan limfosit untuk memakannya (fagositosit). Dengan adanya proses fagositosit ini, tentara-tentara tubuh itu akan mengelurkan senjata berupa zat kimia yang dikenal sebagai pirogen endogen (khususnya interleukin 1/ IL-1) yang berfungsi sebagai anti infeksi. Pirogen endogen yang keluar, selanjutnya akan merangsang sel-sel endotel hipotalamus (sel penyusun hipotalamus) untuk mengeluarkan suatu substansi yakni asam arakhidonat. Asam arakhidonat bisa keluar dengan adanya bantuan enzim fosfolipase A2.
Proses selanjutnya adalah, asam arakhidonat yang dikeluarkan oleh hipotalamus akan pemacu pengeluaran prostaglandin (PGE2). Pengeluaran prostaglandin pun berkat bantuan dan campur tangan dari enzim siklooksigenase (COX). Pengeluaran prostaglandin ternyata akan mempengaruhi kerja dari termostat hipotalamus. Sebagai kompensasinya, hipotalamus selanjutnya akan meningkatkan titik patokan suhu tubuh (di atas suhu normal). Adanya peningkatan titik patakan ini dikarenakan mesin tersebut merasa bahwa suhu tubuh sekarang dibawah batas normal. Akibatnya terjadilah respon dingin/ menggigil. Adanya proses mengigil ini ditujukan utuk menghasilkan panas tubuh yang lebih banyak. Adanya perubahan suhu tubuh di atas normal karena memang setting hipotalamus yang mengalami gangguan oleh mekanisme di atas inilah yang disebut dengan demam atau febris. Demam yang tinggi pada nantinya akan menimbulkan manifestasi klinik (akibat) berupa kejang (umumnya dialami oleh bayi atau anak-anak yang disebut dengan kejang demam)
4. Suhu Tubuh Normal
Tidak ada suhu inti yang dianggap normal, karena pengukuran yang dilakukan sebagian besar orang yang sehat memperlihatkan rentang suhu normal yang diukur per oral, mulai dari dibawah 97ºF (36ºC) sampai lebih dari 99,5ºF (37,5ºC). Suhu inti normal secara rata-rata umum adalah antara 98ºF dan 98,6ºF bila diukur per oral, dan kira-kira 1ºF lebih tinggi bila diukur per rectal.
5. Suhu Inti dan Suhu Kulit
Suhu dari tubuh bagian dalam yaitu “inti” dari tubuh dipertahankan sangat konstan, sekitar ±1ºF (±0,6ºC) dari hari ke hari, kecuali bila seseorang mengalami demam. Bahkan pada organ yang telanjang dapat terpajan dengan suhu yang rendah 55ºF atau suhu yang tinggi sampai 130ºF dalam udara kering, dan tetap dapat mempertahankan suhu inti yang hamper mendekati konstan. Mekanisme pengaturan suhu tubuh menggambarkan system pengendalian yang dibuat sangat baik.
Suhu kulit berbeda dengan suhu inti, dapat naik turun sesuai suhu lingkungan. Suhu kulit merupakan suhu yang penting apabila kita merujuk pada kemampuan kulit untuk melepaskan panas ke lingkungan.
6. 3 Reseptor dalam Tubuh
• Sebagai mahluk hidup, hewan & manusia harus memiliki
kemampuan menanggapi rangsang atau stimulus
• Stimulus merupakan informasi yang dapat diterima oleh hewan &
manusia
• Stimulus dpt datang dari lingkungan luar_salinitas, suhu udara,
kelembaban, cahaya
• Stimulus dpt datang dari dalam tubuh_suhu tubuh, derajad
keasaman (pH) darah/cairan tubuh, kadar gula darah, kadar kalsium
dalam darah
• Alat penerima rangsang_reseptor, sedangkan alat penghasil
tanggapan disebut efektor
BERDASARKAN STRUKTUR
• RESEPTOR SYARAF _YG PALING SEDERHANA HANYA
BERUPA UJUNG DENDRIT DARI SUATU SEL SYARAF
(NEURON) _TDK MEMILIKI SELUBUNG/SELAPUT MEYLIN &
DAPAT DITEMUKAN PADA RESEPTOR RASA NYERI (FREE
NERVE ENDING) ATAU NOCIRESEPTOR
• RESEPTOR BUKAN SYARAF ATAU RESEPTOR KHUSUS _DPT
DIKETEMUKAN DALAM ORGAN PENDENGARAN VERTEBRATA
(BERUPA SEL RAMBUT) & PADA ORGAN PENGLIHATAN
(BERUPA SEL BATANG & SEL KERUCUT _SEL BATANG
UNTUK MELIHAT MALAM HARI (SKOTOP) & SEL KERUCUT
UNTUK MELIHAT SIANG HARI & WARNA (PHOTOP)
BERDASARKAN JENIS RANGSANG
1. KHEMORESEPTOR _PEKA TERHADAP RANGSANG KIMIA
BAIK ASAM, BASA, GARAM ANORGANIK MAUPUN ORGANIK
2. THERMOREESEPTOR _PEKA TERHADAP SUHU BAIK
SUHU PANAS MAUPUN SUHU DINGIN
3. MECHANORESEPTOR _PEKA TERHADAP PUKULAN,
CUBITAN, SENTUHAN, TEKANAN
4. PHOTORESPTOR _PEKA TERHADAP CAHAYA MATAHARI
ATAU LAMPU
5. MEGNETORESEPTOR _PEKA TERHADAP KEKUATAN
MAGNET
6. ELEKTRORESPTOR _PEKA TERHADAP MEDAN LISTRIK _
UMUMNYA UNTUK PENYEMBUHAN seperti KERAM, SEMUTAN,
JANTUNG
BERDASARKAN LOKASI SUMBER RANGSANG
1. INTERORESEPTOR _RESEPTOR YG
BERFUNGSI UNTUK MENERIMA RANGSANG
DARI DLM TUBUH _KHEMORESEPTOR
untuk memantau pH, kadar gula dlm darah dan
kadar kalsium dalam cairan tubuh atau darah
2. EKSTERORESEPTOR _RESEPTOR YG
BER-FUNGSI UNTUK MENERIMA RANGSANG
DARI LINGKUNGAN DI LUAR TUBUH _
RESEPTOR PENERIMA GELOMBANG SUARA
(pd alat pendengaran) & CAHAYA (pd alat
penglihatan)
7. Produksi panas dalam Tubuh
Pembentukan panas adalah produk utama metabolisme. Ada beberapa faktor yang menentukan laju pembentukan panas, yaitu.
a. Laju metabolisme basal semua sel tubuh
Metabolisme basal adalah istilah untuk menunjukkan jumlah keseluruhan aktivitas metabolisme dengan tubuh dalam keadaan istirahat fisik dan mental.
Kecepatan metabolisme basal diukur pada waktu istirahat, di tempat tidur, tidak terganggu oleh apapun, dengan pemasukan oksigen dan pengeluaran karbondioksida diukur.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan metabolisme basal:
Ukuran tubuh.
Umur.
Jenis kelamin.
Iklim.
Jenis pakaian yang dipakai.
Jenis pekerjaan.
b. Laju metabolism tambahan disebabkan oleh aktivitas otot, termasuk kontraksi otot yang disebabkan oleh menggigil
c. Metabolisme tambahan yang disebabkan oleh pengaruh tiroksin (dan sebagian kecil hormone lain, seperti hormone pertumbuhan dan testosterone) terhadap sel
d. Metabolisme tambahan yang disebabkan oleh pengaruh epinefrin, norepinefrin, dan perangsangan simpatis terhadap sel
e. Metabolisme tambahan yang disebabkan oleh meningkatnya aktivitas kimiawi di dalam sel sendiri, terutama bila suhu di dalam sel meningkat
f. Metabolisme tambahan yang diperlukan untuk pencernaan, absorbsi, dan penyimpanan makanan (efek termogenik makanan) (Guyton, Arthur C dan John E Hall, 2008)
8. Kehilangan Panas dalam Tubuh
Sebagian besar pembentukan panas dalam tubuh dihasilkan oleh organ dalam terutama di hati, otak, jantung, dan otot rangka selama berolahraga. Kemudian panas ini dihantarkan dari organ dan jaringan yang lebih dalam ke kulit, yang kemudian dibuang ke udara dan lingkungan sekitarnya, oleh karena itu, laju kehilangan panas hampir seluruhnya ditentukan oleh 2 faktor,
a. Seberapa cepat panas yang dapat dikonduksi dari tempat asal panas dihasilkan, yakni dari dalam inti tubuh ke kulit
b. Seberapa cepat panas kemudian dapat dihantarkan dari kulit ke lingkungan
PELEPASAN PANAS
1. Penguapan (evaporasi)
Penguapan dari tubuh merupakan salah satu jalan melepaskan panas. Walau tidak berkeringat, melalui kulit selalu ada air berdifusi sehingga penguapan dari permukaan tubuh kita selalu terjadi disebut inspiration perspiration (berkeringat tidak terasa) atau biasa disebut IWL (insensible water loss).
Inspiration perspiration melepaskan panas + 10 kcal/jam dari permukaan kulit. Dari jalan pernafasan + 7 kcal/jam panas dari metabolisme dikeluarkan dengan cara evaporasi 20 - 25%.
2. Radiasi
Bila suhu disekitar lebih panas dari badan permukaan tubuh akan menerima panas, bila disekitar dingin akan melepaskan panas. Proses ini terjadi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan kecepatan seperti cahaya radiasi.
3. Konduksi
Perpindahan panas dari atom ke atom/ molekul ke molekul dengan jalan pemindahan berturut turut dari energi kinetic. Pertukaran panas dari jalan ini dari tubuh terjadi sedikit sekali (kecuali menyiram dengan air).
4. Konveksi
Perpindahan panas dengan perantaraan gerakan molekul, gas atau cairan. Misalnya pada waktu dingin udara yang diikat/dilekat pada tubuh akan dipanaskan (dengan melalui konduksi dan radiasi) menjadi kurang padat, naik dan diganti udara yang lebih dingin. Biasanya ini kurang berperan dalam pertukaran panas.
9. Set Point dan Peranannya dalam Pengaturan Suhu Tubuh
Set poin adalah tingkat temperature kritis dari mekanisme pengaturan temperature yaitu 37,1ºC. Bila suhu > set point maka kecepatan kehilangan panas > dari kecepatan pembentukan panas kemudian kembali ke tingkat 37,1ºC
Set point suhu kritis pada hipotalamus, terutama ditentukan oleh derajat aktivitas reseptor suhu panas pada area preoptik hipotalamus anterior. Di bagian atas set point menandakan dimulainya berkeringat dan bagian bawah ditandai dengan dimulainya menggigil. Akan tetapi sinyal tubuh yang berasal dari perifer tubuh, terutama dari kulit dan jaringan tubuh bagian dalam tertentu (medulla spinalis dan organ visera abdomen), juga berperan sedikit dalam pengaturan suhu tubuh. Sinyal-sinyal tersebut berperan mengubah set point di pusat pengaturan suhu tubuh, hipotalamus.
Pada saat suhu kulit menurun, maka set point meningkat. Bila suhu kulit meningkat, pengeluaran keringat akan dimulai pada suhu hipotalamus yang lebih rendah daripada ketika suhu kulit sedang rendah. Pengeluaran keringat akan dihambat ketika suhu kulit rendah, jika tidak, efek gabungan dari rendahnya suhu kulit dan pengeluaran keringat dapat menyebabkan kehilangan panas tubuh yang lebih banyak.
Efek yang serupa terjadi juga pada saat menggigil. Bila kulit menjadi dingin, keadaan tersebut mendorong pusat hipotalamus menuju ambang menggigil bahkan saat suhu hipotalamus sendiri masih cukup panas disbanding normal. Suhu kulit yang dingin menyebabkan suhu tubuh menjadi sangat menurun kecuali bila pembentukan panas ditingkatkan. Jadi suhu kulit yang dingin sebenarnya mengantisipasi turunnya suhu tubuh internal dan mencegah agar keadaan tersebut tidak terjadi.
10. Fisiologi Pengaturan Suhu Tubuh dalam Keadaan Panas dan Dingin
Pengaturan Suhu Tubuh Pada Keadaan dingin
Ada dua mekanisme tubuh untuk keadaan dingin yaitu :
1) Secara fisik (prinsif-prinsif ilmu alam) Yaitu pengaturan atau reaksi yang terdiri dari perubahan sirkulasi dan tegaknya bulu-bulu badan (piloerektion) --> erector villi
Pengaturan secara fisik Dilakukan dengan dua cara :
Vasokontriksi pembuluh darah (cutaneus vasokontriksi) : Pada reaksi dingin aliran darah pada jari-jari ini bias berkurang + 1% dari pada dalam keadaan panas. Sehingga dengan mekanisme vasokontriksi maka panas yang keluar dikurangi atau penambahan isolator yang sama dengan memakai 1 rangkap pakaian lagi.
Limit blood flow slufts (Perubahan aliran darah) : Pada prinsifnya yaitu panas/temperature inti tubuh terutama akan lebih dihemat (dipertahankan) bila seluruh anggota badan didinginkan
2) Secara kimia yaitu terdiri dari penambahan panas metabolisme.
Pada keadaan dingin, penambahan panas dengan metabolisme akan terjadi baik secara sengaja dengan melakukan kegiatan otot-otot ataupun dengan cara menggigil. Menggigil adalah kontraksi otot secara kuat dan lalu lemah bergantian, secara synkron terjadi kontraksi pada group-group kecil motor unit alau seluruh otot. Pada menggigil kadang terjadi kontraksi secara simultan sehingga seluruh badan kaku dan terjadi spasme. Menggigil efektif untuk pembentukan panas, dengan menggigil pada suhu 5 0C selama 60 menit produksi panas meningkat 2 kali dari basal, dengan batas maximal 5 kali.
Pengaturan Suhu Tubuh Dalam Keadaan Panas
1. Fisik
• Penambahan aliran darah permukaan tubuh
• Terjadi aliran darah maximum pada anggota badan
• Perubahan (shift) dari venus return ke vena permukaan
• Proses ini terutama efektif pada keadaan temperature kurang/ dibawah 34 0C. penambahan aliran darah penambahan konduktivitas panas (thermal konduktivity)
2. Keringat
• Pada temperature diatas 34 0C, pengaturan sirkulasi panas tidak cukup dengan radiasi, dimana pada kondisi ini tubuh mendapat panas dari radiasi. mekanisme panas yang dipakai dalam keadaan ini dengan cara penguapan (evaporasi).
• Gerakan kontraksi pada kelenjar keringat, berfungsi secara periodic memompa tetesan cairan keringat dari lumen permukaan kulit keringat merupakan mekanisme pendingin yang paling efektif.
Lebih jelasnya klik link dibawah ini :
dan
Hubungan Olahraga dan Suplemen
Seseorang yang sehat dan fit akan dapat melakukan pekerjaan sehari-hari tanpa kelelahan yang berarti. Ia masih mempunyai cadangan tenaga yang cukup untuk suatu kegiatan ekstra seperti berolahraga dan rekreasi. Sehat dalam arti umum adalah dengan cara menjaga makanan agar cukup gizi dan menjaga kebersihan sehari-hari. Kebersihan ini meliputi kebersihan diri sendiri, misalnya mandi, berpakaian, dan lain-lain.
Kebersihan lingkungan adalah kebersihan dalam rumah tinggal maupun pekerjaan (kantor). Kebersihan makan perlu dijaga agar tidak mudah kena penyakit yang ditularkan melalui makanan. Makanan yang dimakan harus cukup, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Selain itu, makanan juga harus seimbang. Artinya, perbandingan antara karbohidrat, protein, dan lemak harus sesuai dengan kebutuhan.
Dari segi kuantitas, harus diperhatikan jumlah porsi makanan agar tak berlebihan atau kurang. Jumlah porsi ini disesuaikan dengan pekerjaan sehari-hari. Apakah pekerjaan tersebut berat atau ringan. Pada pekerjaan di kantor, tentunya tidak banyak makanan yang diperlukan karena beban fisik tidak besar. Orang yang biasa bekerja di kantor tak butuh kalori yang terlalu banyak, misalnya hanya 1.800-2.000 kalori. Jumlah ini tergantung dari berat badannya.
Orang dengan berat badan besar tentunya butuh kalori lebih banyak. Macam aktivitas sehari-hari juga menentukan besarnya kebutuhan kalori. Bila pekerjaan berat, tentu dibutuhkan jumlah kalori yang tinggi. Misalnya seorang atlet pembalap sepeda jarak jauh dengan berat badan 75 kg menempuh jarak perlombaan sebanyak 200 km membutuhkan kurang lebih 6.000 kalori.
Namun, seorang pemain tenis meja dengan berat badan 60 kg hanya membutuhkan sebanyak kurang lebih 3.600 kalori. Untuk seorang non-atlet, jumlah kalori ini dapat dipenuhi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Cara makan yang benar adalah dalam jumlah yang sedikit dengan frekuensi yang sering, misalnya 4-5 x sehari.
Makanan tersebut harus cukup zat gizinya. Artinya, cukup karbohidrat, protein, dan lemak. Secara umum, misalnya setiap makan harus cukup nasi, dengan lauk daging atau telur, sayuran, dan harus ada buah. Jangan lupa pula selingan/snack yang cukup bergizi. Bila makan seperti itu dapat dilakukan, maka untuk kehidupan sehari-hari ini sudah cukup.
Bila kegiatan fisik bertambah berat, seperti banyak pekerjaan lebih yang dilakukan, atau sehabis sakit, maka diperlukan makanan dengan kalori yang lebih banyak dan mungkin dibutuhkan suplemen. Seorang wanita yang dalam keadaan normal cukup makannya, bila ia mengalami menstruasi, ia merasa lemas karena darahnya berkurang. Untuk itu, ia boleh mengonsumsi suplemen zat besi untuk mengimbangi kekurangan darah tadi.
Contoh lain, seorang wanita yang mengalami menopause dan ia menderita osteoporosis, maka ia harus menambah konsumsi Ca (kalsium) agar tulangnya tidak keropos. Tentunya hal ini harus ditambah dengan berolahraga teratur dan menjalani terapi sulih hormon jika diperlukan. Jadi, konsumsi kalsium di sini ditambah atas indikasi.
Pada orang tua memang terjadi kemunduran semua fungsi tubuh, termasuk pencernaan. Pada beberapa orang tua, penyerapan di usus sangat menurun sehingga terjadi kekurangan beberapa zat. Karena itu, tenaganya sangat berkurang, cepat lelah, dan lain-lain. Untuk itu, perlu diberikan suplemen vitamin atau zat-zat tertentu yang tentunya harus direkomendasikan oleh dokter yang memeriksanya.
Apabila dokter tidak menganjurkan konsumsi suplemen, tentunya tidak perlu tambahan suplemen tersebut. Di sini yang sangat berperan adalah ahli gizi dan dokter untuk memberikan petunjuk yang benar mengenai suplemen yang harus dimakan.
Beberapa ahli ada yang menganjurkan orang tua untuk mengonsumsi antioksidan untuk mengurangi kerusakan sel-sel. Untuk itu, sekali lagi yang paling berwenang adalah dokter dan ahli gizi yang akan memberikan nasihat yang tepat mengenai penggunaan zat-zat ini.
Seperti diketahui, antioksidan yang populer adalah vitamin C dan vitamin E serta beta karotin yang sebetulnya banyak terdapat pada makanan-makanan yang ada sehari-hari. Pada atlet, seperti tadi dikatakan, kebutuhan kalori disesuaikan dengan macam kegiatan/olahraga dan berat badan. Spesifik untuk tiap cabang olahraga, para atlet memerlukan vitamin atau zat-zat tertentu.
Seorang binaragawan tujuannya adalah untuk membesarkan otot dengan simetris dan mengurangi lemak tubuh. Otot dapat menjadi besar karena serabut otot yang dilatih tersebut ukurannya bertambah besar. Untuk pembesaran otot ini diperlukan protesin yang banyak, tetapi karbohidrat juga diperlukan untuk latihan beban tersebut.
Jadi, di sini terdapat konsumsi protein yang banyak sehingga banyak atlet yang mengonsumsi protein secara berlebihan. Ditambah lagi untuk pembesaran otot, mereka konsumsi pula hormon-hormon anabolic steroid yang terlarang. Seorang pelari jarak jauh, misalnya pelari maraton, harus lari lebih dari dua jam dan itu adalah kegiatan yang sangat berat. Ia harus mampu mempertahankan kecepatan dalam waktu cukup lama.
Kemampuan ini tergantung dari cadangan glikogen dan cairan tubuh. Jadi, ia butuh cairan tubuh yang cukup banyak mengandung ion-ion mineral (natrium, kalsium, magnesium, klorida) dan glukosa yang cukup pula. Untuk itu, ia perlu minuman-minuman yang mengandung ion-ion dan gula, seperti minuman olahraga, sehingga aktivitasnya dapat berlangsung terus tanpa kehabisan cairan dan glukosa.
Pada balap sepeda jarak jauh, otot-otot tungkai pembalap bekerja dengan berat sekali sehingga banyak serabut yang rusak. Untuk itu, yang diperlukan adalah minuman dengan komposisi seperti pelari jarak jauh ditambah protein yang cukup untuk memperbaiki serabut yang rusak. Jadi, untuk suatu kegiatan olahraga, sebetulnya tidak harus memakan suplemen. Harus dilihat apa macam olahraganya.
Olahraga yang relatif ringan seperti boling, panahan, menembak, tidak membutuhkan kalori yang banyak. Begitu pula olahraga kesehatan, seperti senam aerobik, joging, berenang, lantai, bersepeda (bukan balap sepeda) tidak perlu tambahan suplemen. Jadi, tidak benar apabila memakan suplemen. Cukup dari makanan yang disajikan asal makanan tersebut cukup dari segi kualitas dan kuantitas.
Memang ada perkembangan lain dari ilmu gizi, yaitu penelitian-penelitian terbaru yang menyimpulkan manfaat beberapa zat dalam tubuh, seperti selenium, chroom, dan insulin. Hasil penelitian ini langsung disambut para pembuat suplemen dengan membuat suplemen yang katanya dapat meningkatkan vitalitas, kesegaran jasmani, mengurangi keriput, dan efek lain yang menakjubkan.
Sebenarnya kegunaan zat-zat tersebut harus melalui penelitian yang teliti dan lama sehingga efeknya benar-benar diketahui secara rinci. Begitu pula pada saat ini banyak sekali beredar suplemen yang berisi zat-zat alamiah seperti jamur, rumput laut atau akar-akaran yang katanya bermanfaat bagi tubuh. Akan tetapi, karena bukti-bukti secara ilmiah biasanya belum lengkap, maka bila seseorang mencoba mengonsumsi, tentunya ada risiko terkena keracunan atau efek samping yang tidak dikehendaki.
Dari bidang olahraga prestasi, pada saat ini banyak atlet yang terkena pemeriksaan doping dan hasilnya positif. Padahal, ia tidak pernah makan obat terlarang. Ia hanya makan suplemen yang menurut labelnya aman dari zat doping. Ternyata memang banyak suplemen yang dimasuki zat-zat doping. Untuk itu, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengeluarkan pernyataan untuk berhati-hati mengonsumsi obat-obatan atau suplemen yang dijual bebas, karena sering mengandung zat doping.
Untuk mudahnya, tidak usah memakan suplemen bila tidak ada indikasi yang jelas. Lebih baik cek ke dokter atau ahli gizi agar dapat bertindak dengan benar. Para ahli gizi olahraga pada awal tahun 1990-an pernah mengeluarkan suatu position statement atau peryataan sikap atas pemakaian suplemen.
Isi pernyataan tersebut menyatakan bahwa atlet tidak perlu makan suplemen bila cukup gizi secara kualitas dan kuantitas. Kelebihan vitamin atau suplemen dapat merugikan tubuh dan dapat menurunkan prestasi.
Untuk itu, kiranya atlet perlu mendapatkan penerangan tentang apa yang dimakan sehingga terhindar dari kemungkinan tes doping positif. Untuk orang awam, masalahnya sama saja, tidak perlu suplemen bila tidak diperlukan tubuh.
Untuk lebih lengkapnya klik link dibawah ini :
http://en.wikipedia.org/wiki/Dietary_supplement
Olahraga Di masa Pemerintahan Ir. Soekarno
Arab tetap Arab, sejak zaman jahiliah memang mendominasi dunia tipu menipu. Tetapi menipu itu bukanlah kepandaian melainkan karena tidak punya kepandaian. Bung Karno keluar dari PBB karena janji bohong Arab dan Islam, namun terlambat menyadarinya, devisa habis, harga diri diinjak-injak, rakyat dan pendukungnya dijagal berjuta-juta dan mayat-mayatnya memenuhi semua sungai diseluruh Jawa.
> "tawangalun"
Bung Karno sudah jelas melakukan kesalahan, dia memang menolak Israel masuk ke Asian Games di Jakarta, akibatnya rekor Asian Games di Jakarta yang dipecahkan oleh Sarengat tidak diakui dunia Internasional. Sebetulnya bukan maksud Bung Karno ingin menolak Israel, karena Indonesia termasuk Bung Karno tidak ada hubungan apapun dengan Israel. Justru penolakan terhadap Israel itu sebenarnya strategi politik untuk membujuk negara-negara Arab dan Islam agar mendukung rencana Bung Karno dalam membubarkan Olympiade. Caranya Bung Karno dibantu Cina waktu itu menghamburkan uang untuk pesta olah raga Ganefo yang direncanakan untuk memboikot Olympiade.
Negara-negara Arab dan Islam berjanji akan mensukseskan Ganefo dan akan keluar dari IOC tapi dengan syarat Bung Karno menolak dan mengisolasi Israel. Demikian juga dengan Cina, mereka berjanji membantu dana dan fasilitas alat-alat olah raga untuk suksesnya Ganefo, tapi juga dengan Syarat yaitu menolak masuknya Taiwan dalam Asian Games. Karena kemakan janji, atau tertipu dari janji-janji Arab itu, akhirnya Bung Karno yang sangat ambisius itu mengikuti permintaan mereka. Akhirnya Israel dan Taiwan ditolak berpartisipasi dalam Asian Games di Jakarta yang mengakibatkan semua prestasi yang dihasilkan dalam Asian Games di Jakarta dianulir, tidak diakui sehingga nama Indonesia dalam prestasi Olah raga tidak menonjol sama sekali. Celakanya, janji Arab itu ternyata bohong, padahal mereka janji akan memboikot Olympiade dan akan mesukseskan Ganefo tapi justru sebaliknya semua Negara-negara Arab dan Islam justru mengirimkan para atlit mereka yang kelas satu ke Olympic Games, dan tidak mengirimkan para atlit ke Ganefo sehingga bukan Olympiade-nya yang diboikot oleh Arab dan Islam ini melainkan Ganefonya yang diboikot sehingga arena pertandingan cuma terisi oleh para atlit Cina dan Indonesia saja dalam berbagi Medali itu.
Namun negara seperti Mesir yang katanya sahabat dengan RI yaitu presiden Gamal Abdul Nasser, masih juga mengirimkan atlit-atlitnya tingkat juara kelurahan disana sedangkan atlit kelas satu mereka tetap bersaing merebut medali di Olympiade. Bung Karno betul-betul terditipu oleh Arab Islam diseluruh dunia, keuanganpun habis yang tinggal hanyalah hutang, janji Arab mau bantu dana buat Ganefo tidak pernah dikirimkan. Padahal untuk membujuk negara-negara Arab Islam itu saja perlu menghabiskan uang rakyat hingga rakyat disuruh mengencangkan ikat pinggang demi kebanggaan Ganefo.
Demikianlah Ganefo benar-benar memalukan, dan Bung Karno juga benar-benar malu. Subandrio yang memimpin team Safari untuk membujuk negara-negara Afrika dan Arab semula yakin jika mereka akan benar-benar setia kepada janji-janjinya. Ternyata meskipun Indonesia sudah banyak berkorban untuk mereka, justru mereka menghancurkan mimpi Bung Karno dengan membebani hutang-hutang yang tak kuat dibayar rakyat kita waktu itu. Pengkhianatan negara-negara Arab bukan cuma di Ganefo, Indonesia waktu itu oleh Bung Karno setelah berembuk dengan negara-negara Arab semuanya kompak mau keluar dari PBB, bubarkan PBB bangun Conefo yaitu Konperensi New Emerging Forces.
Pada hari D, Bung Karno berpidato dimuka rakyat Amerika disidang Dewan Keamanan PBB, beliau mengajak semua negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika latin untuk bersama-sama keluar dari PBB dan mendirikan Conefo yang pusatnya di Jakarta. Sorak gemuruh seolah-olah langit di Amerika ambruk. Semua menyatakan mendukung Bung Karno, dan Bung Karno bersumpah serapah dimuka podium Dewan Keamanan PBB menyatakan kami negara Republik Indonesia dengan ini menyatakan keluar dari United Nation. Dibawah sorak orang-orang Arab dan Islam Bung Karno langsung balik kembali ke tanah air yang disambut massa PKI dan NU yang semuanya mengibar-ngibarkan Sang Saka dengan penuh kebanggaan seolah-olah kemenangan sudah ditangan.
GANEFO atau Games of the New Emerging Forces, adalah suatu ajang olahraga tandingan Olimpiade ciptaan mantan Presiden Indonesia, Soekarno pada akhir tahun 1962. Soekarno menyatakan bahwa olahraga tidak bisa dipisahkan dari politik. Sebelumnya, dalam pelaksanakan Asian Games 1962, Indonesia melarang Israel dan Taiwan mengikuti Asian Games dengan alasan karena simpati pada Republik Rakyat Cina dan negara-negara Arab. Aksi Indonesia ini diprotes oleh Komite Olimpiade Internasional (KOI) yang mempertanyakan legitumasi Asian Games di Jakarta. Federasi Asian Games (FAG) yang diketuai juga akan menskors Indonesia untuk mengikuti karena Taiwan dan Israel merupakan anggota resmi Perserikatan Bangsa Bangsa. Akhirnya, Indonesia diskors untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 1964 Soekarno marah sehingga ia keluar dari KOI dan menuduh KOI merupakan antek imperialisme dan mengancam akan membuat penyaing olimpiade. Satu tahun kemudian, pada bulan November tahun 1963, GANEFO dilaksanakan di Jakarta, Indonesia. GANEFO berikutnya di Kairo, Mesir tahun 1967 dibatalkan karena masalah politik. GANEFO memiliki semboyan Maju Terus Jangan Mundur. Indonesia mengundang negara Republik Rakyat Cina dan negara-negara dunia ketiga untuk mengikuti GANEFO. GANEFO diikuti oleh 2.200 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa dengan 450 wartawan dari berbagai negara datang ke Senayan. GANEFO diboikot oleh negara-negara barat, tetapi GANEFO tetap berlangsung sukses. Atlit Indonesia yang berprestasi tidak berani mengikuti GANEFO karena takut akan diskors oleh KOI.
Untuk lebih detailnya klik link dibawah ini :
http://www.koni.or.id
Pengaruh Latihan Terhadap Trigliserid Darah
Trigliserid adalah satu jenis lemak yang ditemukan di dalam darah.
• Trigliserid diperlukan untuk kesehatan dengan jumlah normal.
• Seperti kolesterol, trigliserid juga didapat dari konsumsi makanan dan juga diproduksi di liver.
• Karena trigliserid (sama dengan kolesterol) tidak dapat larut di dalam darah, trigliserid beredar di dalam tubuh dengan bantuan protein yang disebut lipoprotein (bertindak seperti kapal yang mengangkut).
• Trigliserid adalah sumber energi tubuh utama. Dan kehadiran mereka di dalam makanan sangat erat hubungannya dengan makan.
• Tingkat trigliserid naik secara dramatis setelah makan, terutama setelah makan karbohidrat sederhana seperti gula, tepung, dan lemak jenuh juga alkohol.
• Ini dikarenakan gula/karbohidrat sederhana yang tidak dipakai langsung sebagai energi akan diubah menjadi trigliserid dan disimpan sebagai lemak.
• Pelepasan simpanan trigliserid diatur oleh hormon, tergantung dari kebutuhan tubuh akan energi.
• Puasa akan merangsang pelepasan dari trigliserid yang tersimpan.
Trigliserid merupakan salah satu fraksi lemak yang terdapat dalam makanan maupun di dalam darah kita. Orang kegemukan, trigliseridnya dalam bentuk “gajih” bisa berbobot puluhan bahkan ratusan kilogram, tetapi bagi orang kurus kelebihan trigliserid akan disimpan dalam darah atau hipoertrigliseridemia. Kelebihan trigliserid sama tinggi risikonya dengan kelebihan kolesterol. Sama-sama berisiko terhadap penyakit jantung koroner. Bedanya, kelebihan trigliserid bisa mengganggu kerja kelenjar ludah perut atau pankreas, sehingga bisa muncul keluhan nyeri ulu hati atau maag, karena lokasinya yang berdekatan. Jadi wajar jika keluhan ini diobati dengan obat maag tidak akan menyelesaikan masalah.
Apabila trigliserid tinggi, kurang olah raga, maka kelebihan trigliserid ini akan diubah menjadi kolesterol, baik LDL (Low-Density Lipoprotein) mapun HDL (high-density LIpoprotein). Apakah akan menjadi LDL atau HDL, tergantung pada asam lemak yang dikandungnya. Bila kandungan lemak jenuh, maka akan diubah menjadi LDL, begitupun sebaliknya, bila kandungannya lemak tak jenuh akan diubah menjadi HDL.
Trigliserida merupakan lemak darah yang secara khusus berada pada lapis kedua low-density lipoprotein atau LDL, yang dikenal sebagai kolesterol "jahat" karena perannya dalam memicu serangan jantung dan stroke. Obat penurun kolesterol yang dikenal sebagai 'statin' memang dapat mengurangi LDL, tapi obat itu seringkali tak mampu menurunkan trigliserida yang diperoleh dari makanan yang dikonsumsi dan lemak dalam tubuh.
Penyebab tingginya kadar Trigliserid yaitu :
1. Diet kaya kalori
2. Penyalahgunaan alcohol akut
3. Diabetes yang sangat tidak terkontrol
4. Gagal ginjal
5. keturunan
Akibat dari tingkat trigliserid yang tinggi yaitu :
• Menyebabkan pengerasan dan penebalan dinding pembuluh arteri – yang dapat meningkatkan resiko stroke, serangan jantung dan penyakit jantung. Tingkat trigliserid yang tinggi menyebabkan pengentalan darah yang dapat merupakan prediktor penyakit jantung.
• Tingkat trigliserid yang tidak normal dihubungkan dengan sejumlah penyakit seperti sirosis hati, hypotiroid (kelenjar tiroid yang tidak normal), diabetes, pancreatitis, pembesaran liver dan limpa, dan kelebihan lemak pada kulit.
Untuk menurunkan trigliserid ini tidak cukup dengan mengurangi konsumsi lemak dan juga karbohidrat, terutama karbohidrat sederhana dari tepung dan gula yang biasa dikenal sebagai highglycemic carbohydrates (karbohidrat jahat).
Untuk Menurunkan Tingkat Trigliserid yang tinggi yaitu melalui pola hidup sehat seperti :
• Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat. Motivasikan diri Anda, bahwa dengan menurunkan berat badan, Anda akan lebih sehat.
• Kurangi kalori yang dikonsumsi. Mohon diingat bahwa kelebihan kalori akan diubah menjadi trigliserid dan disimpan sebagai lemak. Dengan kurangi asupan kalori akan menurunkan trigliserid.
• Hindari makanan manis dan refined yang disebut karbohidrat sederhana. Karena makanan yang demikian dapat meningkatkan produksi insulin secara mendadak dan dapat meningkatkan tingkat trigliserid. Gantilah dengan karbohidrat kompleks (nasi pecah kulit, roti gandum asli buatan sendiri, dll.)
• Hindari makanan yang berkolesterol (makanan yang mempunyai wajah dan induk), hindari makanan goreng dan hindari makanan yang mengandung trans fat (produk roti, kue-kue, crackers, cookies dll.). Gantilah dengan lemak baik seperti dari seeds (flax seeds, sun flower seeds, pumpkin seeds), nuts, apokat, olive oil extra virgin.
• Hindari alkohol.
• Berolah raga secara teratur, karena olah raga dapat menurunkan trigliserid.
• Puasa atau melakukan detoxsifikasi sebagaimana yang sudah sering kali kami sampaikan sebelumnya akan cepat menurunkan trigliserid.
Untuk lebih jelasnya klik link dibawah ini :
http://en.wikipedia.org/wiki/Triglyceride
Sabtu, 09 Oktober 2010
Makalah Histologi
MAKALAH
HISTOLOGI
JARINGAN PEMBULUH LIMFE

Disusun Oleh:
Nama :
Prodi :
JURUSAN ILMU KEOLAHRAGAAN
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2010
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1 jaringan ikat
1.2 fungsi sel jaringan ikat
Bab II Isi
2.1 Struktur pembuluh limfe
2.2 Fungsi dari pembuluh limfe
2.3 Kelenjar limfe
2.4 Fungsi kelenjar limfe
2.5 Faktor-faktor yang memungkinkan cairan limfe bergerak
Bab III Penutup
Kesimpulan
Daftar Pustaka
BAB I
Pendahuluan
1.1 Jaringan Ikat
Jaringan yang diantara sel-selnya terdapat banyak zat interselular yang terdiri dari serabut-serabut kenyal dan serabut kolagen. Pada jaringan ikat bahan-bahan interselular ini dibuat sendiri oleh sel-selnya.
Bentuk dari bahan-bahan interselular ini dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1. Bentuk amforsus (tanpa bentuk)
- Berupa cairan
- Seperti gas
- Bersifat keras
2. Bentuk fibrosa (bentuk benang)
Bentuk ini dapat dibedakan menjadi 3 bentuk:
- Benang-benang kolagen (benang-benang putih). Benang ini sifatnya sangat lemas, kuat tetapi kurang elastic.
- Benang-benang reticular (benang-benang halus). Benang-benang ini disusun seperti jala dan berfungsi untuk menahan sel-sel jaringan ikat.
- Benang-benang elastis (benang-benang kuning). Benang-benang ini sifatnya sangat elastis, dan tersusun berlapis.
1.2 Fungsi sel-sel jaringan ikat adalah:
- Membuat bahan-bahan interselular
- Membuat sel-sel darah
- Fagositosis, memakan bakteri-bakteri atau benda asing yang masuk kedalam tubuh
- Membuat antibody (zat kekebalan)
- Membuat heparin yang berfungsi mencegah pembekuan darah selama didalam saluran-salurannya
Sel jaringan ikat dibedakan menjadi 6 macam :
1) Sel makrofag
2) Sel mast
3) Sel fibroblast
4) Sel lemak
5) Sel plasma
6) Sel pigmen
BAB II
Isi
2.1 Struktur pembuluh limfe
Darah yang meninggalkan jantung melalui arteri dan dikembalikan melalui vena dan sebagian cairan meninggalkan sirkulasi dikembalikan melalui saluran limfe yang merembas dalam ruang-ruang jaringan. Susunan pembuluh limfe disebut juga mildleman atau susunan tengah karena merupakan saluran antara darah dan cairan jaringan dimana terdapat zat-zat koloid, garam elektrolit tidak dapat masuk kedalam kapiler darah akan tetapi masuk melalui kapiler-kapiler.
Struktur pembuluh limfe serupa dengan vena kecil tetapi memiliki lebih banyak katup sehingga tampak seperti rangkaian merjan.pembuluh darah yang terkecil atau kapiler lebih besar dari kapiler darah terdiri atas selapis endothelium. Pembuluh limfe merupakan jalinan halus kapiler yang sangat kecil atau sebagai rongga limfe didalam jaringan berbagai organ dalam vili usus terdapat pembuluh limfe khusus yang disebut lacteal yang dijumpai dalam vili usus.
Pembuluh darah afferent menembus kapiler sel dipinggiran yang cembung dan memperdarahi kelenjar dan bercampur dengan benda kecil dari pada limfe dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan oleh pembuluh aferen yang dikeluarkan melalui vilum.
Saluran limfe mempunyai 2 batang saluran yang sama yaitu:
1) Duktus torasikus atau duktus limfatikus sinistra, yang dimulai dari pembuluh limfe yang terdapat didepan dari vertebra lumbalis menuju kebagian atas akhirnya bermuara ke vena brakiosefalika kemudian ke vena kava superior, duktus torasikus ini merupakan kumpulan dari pembuluh limfe yang berasal dari kepala kiri, leher kiri, dada sebelah kiri bagian perut, anggota gerak bawah dan alat-alat dalam rongga perut.
2) Duktus limfatikus dekstra, merupakan pembuluh limfe yang pendek dan panjangnya kira-kira 1,20 cm, menerima lemfo dari pembuluh limfe yang berasal dari kepala kanan, leher kanan, dada kanan, dan lengan sebelah kanan yang bermuara pada vena kava subklavia dekstra. Adapun bentuk dan susunan dari pembuluh limfe hamper sama dengan vena. Begitu juga mengenai plasmanya sepanjang salurannya terdapat katup-katup yang terbuka kearah jantung.
2.2 Fungsi dari pembuluh limfe, terdiri dari:
1. Mengembalikan cairan dan protein dari jaringan ke dalam sirkulasi darah.
2. Mengangkut limfosit dari kelenjar limfe ke sirkulasi darah.
3. Membawa lemak yang sudah dibuat emulsi dari usus ke sirkulasi darah. Susunan limfe yang melaksanakannya ini ialah saluran lacteal.
4. Menyaring dan menghancurka mikro organism.
5. Menghasilkan zat antibody untuk melindungi terhadap kelanjutan infeksi.
2.3 Kelenjar limfe
Bentuk bulat lonjong dengan ukuran kira-kira 10-25 mm. limfe disebut juga getah bening merupakan cairan dimana susunan isinya hampir sama dengan plasma darah dan cairan jaringan.
Bedanya ialah dalam cairan limfe banyak mengandung sel darah limfosit. Tidak terdapat CO2 dan mengandung sedikit O2 dan cairan limfe berasal dari usus banyak mengandung zat lemak.
Cairan limfe ini dibentuk atau berasal dari cairan jaringan melalui difusi atau filtrasi kedalam kapiler-kapiler limfe dan seterusnya akan masuk ke dalam peredaran darah melalui vena.
2.4 Fungsi kelenjar limfe yaitu:
1) Menyaring cairan limfe dari benda-benda asing.
2) Pembentuka limfosit.
3) Membentuk antibody.
4) Pembuangan bakteri-bakteri.
5) Laktealnya berfungsi untuk membantu rotogsi lemak.
2.5 Faktor-faktor yang memungkinkan cairan limfe bergerak:
1) Kontraksi otot-otot akan menekan cairan limfe bergerak.
2) Pada inspirasi dan ekspirasi rongga dada, mengakibatkan adanya perubahan tekanan.
3) Massase tubuh (pemijatan tubuh).
BAB III
Penutup
Kesimpulan
Struktur pembuluh limfe serupa dengan vena kecil tetapi memiliki lebih banyak katup sehingga tampak seperti rangkaian merjan.pembuluh darah yang terkecil atau kapiler lebih besar dari kapiler darah terdiri atas selapis endothelium. Bahwa pembuluh limfe mempunyai 2 saluran yaitu Duktus torasikus dan Duktus limfatikus dekstra. Dan pembuluh limfe juga memiliki fungsi-fungsi tertentu
Daftar Pustaka
Danie. S. Wibowo Dr. Anatomi Susunan Saraf. Alumni Bandung, 1986.
Evelyn C. Pearce Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta, 1979 Gramedia.
Ganong W. F. Fisiologi Kedokteran, 1995. CV. EGC. Jakarta.
Hasnan M. W. Internist, Endokrinologi, 1976. Dwi Emha Bandung
James E. Crowch Essential Human Anatomi. 1987.
Spalteholz Atlas Anatomi Manusia. Jakarta, 1987 EGC.
Sumarno Markam, Kamus Istilah Kedokteran, 1997, FKUI Jakarta
Sumarno Markam dan Achiryani Sy, Neuro Anatomi, 1982, Jakarta. Indira.
Pusnawan Junaidi dkk. Kapita Selekta Kedokteran. 1989. FKUI Jakarta.
Wingerd et al, The Human Body : concepts of anatomy and Physiology, 1994,
Philadelphia. W.B. Saunders.