Entri Populer

Sabtu, 09 Oktober 2010

Makalah Histologi

MAKALAH

HISTOLOGI

JARINGAN PEMBULUH LIMFE

Disusun Oleh:

Nama :

Prodi :

JURUSAN ILMU KEOLAHRAGAAN

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2010

Daftar Isi

Bab I Pendahuluan

1.1 jaringan ikat

1.2 fungsi sel jaringan ikat

Bab II Isi

2.1 Struktur pembuluh limfe

2.2 Fungsi dari pembuluh limfe

2.3 Kelenjar limfe

2.4 Fungsi kelenjar limfe

2.5 Faktor-faktor yang memungkinkan cairan limfe bergerak

Bab III Penutup

Kesimpulan

Daftar Pustaka

BAB I

Pendahuluan

1.1 Jaringan Ikat

Jaringan yang diantara sel-selnya terdapat banyak zat interselular yang terdiri dari serabut-serabut kenyal dan serabut kolagen. Pada jaringan ikat bahan-bahan interselular ini dibuat sendiri oleh sel-selnya.

Bentuk dari bahan-bahan interselular ini dibedakan menjadi dua macam yaitu:

1. Bentuk amforsus (tanpa bentuk)

- Berupa cairan

- Seperti gas

- Bersifat keras

2. Bentuk fibrosa (bentuk benang)

Bentuk ini dapat dibedakan menjadi 3 bentuk:

- Benang-benang kolagen (benang-benang putih). Benang ini sifatnya sangat lemas, kuat tetapi kurang elastic.

- Benang-benang reticular (benang-benang halus). Benang-benang ini disusun seperti jala dan berfungsi untuk menahan sel-sel jaringan ikat.

- Benang-benang elastis (benang-benang kuning). Benang-benang ini sifatnya sangat elastis, dan tersusun berlapis.

1.2 Fungsi sel-sel jaringan ikat adalah:

  1. Membuat bahan-bahan interselular
  2. Membuat sel-sel darah
  3. Fagositosis, memakan bakteri-bakteri atau benda asing yang masuk kedalam tubuh
  4. Membuat antibody (zat kekebalan)
  5. Membuat heparin yang berfungsi mencegah pembekuan darah selama didalam saluran-salurannya

Sel jaringan ikat dibedakan menjadi 6 macam :

1) Sel makrofag

2) Sel mast

3) Sel fibroblast

4) Sel lemak

5) Sel plasma

6) Sel pigmen

BAB II

Isi

2.1 Struktur pembuluh limfe

Darah yang meninggalkan jantung melalui arteri dan dikembalikan melalui vena dan sebagian cairan meninggalkan sirkulasi dikembalikan melalui saluran limfe yang merembas dalam ruang-ruang jaringan. Susunan pembuluh limfe disebut juga mildleman atau susunan tengah karena merupakan saluran antara darah dan cairan jaringan dimana terdapat zat-zat koloid, garam elektrolit tidak dapat masuk kedalam kapiler darah akan tetapi masuk melalui kapiler-kapiler.

Struktur pembuluh limfe serupa dengan vena kecil tetapi memiliki lebih banyak katup sehingga tampak seperti rangkaian merjan.pembuluh darah yang terkecil atau kapiler lebih besar dari kapiler darah terdiri atas selapis endothelium. Pembuluh limfe merupakan jalinan halus kapiler yang sangat kecil atau sebagai rongga limfe didalam jaringan berbagai organ dalam vili usus terdapat pembuluh limfe khusus yang disebut lacteal yang dijumpai dalam vili usus.

Pembuluh darah afferent menembus kapiler sel dipinggiran yang cembung dan memperdarahi kelenjar dan bercampur dengan benda kecil dari pada limfe dan selanjutnya campuran ini dikumpulkan oleh pembuluh aferen yang dikeluarkan melalui vilum.

Saluran limfe mempunyai 2 batang saluran yang sama yaitu:

1) Duktus torasikus atau duktus limfatikus sinistra, yang dimulai dari pembuluh limfe yang terdapat didepan dari vertebra lumbalis menuju kebagian atas akhirnya bermuara ke vena brakiosefalika kemudian ke vena kava superior, duktus torasikus ini merupakan kumpulan dari pembuluh limfe yang berasal dari kepala kiri, leher kiri, dada sebelah kiri bagian perut, anggota gerak bawah dan alat-alat dalam rongga perut.

2) Duktus limfatikus dekstra, merupakan pembuluh limfe yang pendek dan panjangnya kira-kira 1,20 cm, menerima lemfo dari pembuluh limfe yang berasal dari kepala kanan, leher kanan, dada kanan, dan lengan sebelah kanan yang bermuara pada vena kava subklavia dekstra. Adapun bentuk dan susunan dari pembuluh limfe hamper sama dengan vena. Begitu juga mengenai plasmanya sepanjang salurannya terdapat katup-katup yang terbuka kearah jantung.

2.2 Fungsi dari pembuluh limfe, terdiri dari:

1. Mengembalikan cairan dan protein dari jaringan ke dalam sirkulasi darah.

2. Mengangkut limfosit dari kelenjar limfe ke sirkulasi darah.

3. Membawa lemak yang sudah dibuat emulsi dari usus ke sirkulasi darah. Susunan limfe yang melaksanakannya ini ialah saluran lacteal.

4. Menyaring dan menghancurka mikro organism.

5. Menghasilkan zat antibody untuk melindungi terhadap kelanjutan infeksi.

2.3 Kelenjar limfe

Bentuk bulat lonjong dengan ukuran kira-kira 10-25 mm. limfe disebut juga getah bening merupakan cairan dimana susunan isinya hampir sama dengan plasma darah dan cairan jaringan.

Bedanya ialah dalam cairan limfe banyak mengandung sel darah limfosit. Tidak terdapat CO2 dan mengandung sedikit O2 dan cairan limfe berasal dari usus banyak mengandung zat lemak.

Cairan limfe ini dibentuk atau berasal dari cairan jaringan melalui difusi atau filtrasi kedalam kapiler-kapiler limfe dan seterusnya akan masuk ke dalam peredaran darah melalui vena.

2.4 Fungsi kelenjar limfe yaitu:

1) Menyaring cairan limfe dari benda-benda asing.

2) Pembentuka limfosit.

3) Membentuk antibody.

4) Pembuangan bakteri-bakteri.

5) Laktealnya berfungsi untuk membantu rotogsi lemak.

2.5 Faktor-faktor yang memungkinkan cairan limfe bergerak:

1) Kontraksi otot-otot akan menekan cairan limfe bergerak.

2) Pada inspirasi dan ekspirasi rongga dada, mengakibatkan adanya perubahan tekanan.

3) Massase tubuh (pemijatan tubuh).

BAB III

Penutup

Kesimpulan

Struktur pembuluh limfe serupa dengan vena kecil tetapi memiliki lebih banyak katup sehingga tampak seperti rangkaian merjan.pembuluh darah yang terkecil atau kapiler lebih besar dari kapiler darah terdiri atas selapis endothelium. Bahwa pembuluh limfe mempunyai 2 saluran yaitu Duktus torasikus dan Duktus limfatikus dekstra. Dan pembuluh limfe juga memiliki fungsi-fungsi tertentu

Daftar Pustaka

Danie. S. Wibowo Dr. Anatomi Susunan Saraf. Alumni Bandung, 1986.

Evelyn C. Pearce Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta, 1979 Gramedia.

Ganong W. F. Fisiologi Kedokteran, 1995. CV. EGC. Jakarta.

Hasnan M. W. Internist, Endokrinologi, 1976. Dwi Emha Bandung

James E. Crowch Essential Human Anatomi. 1987.

Spalteholz Atlas Anatomi Manusia. Jakarta, 1987 EGC.

Sumarno Markam, Kamus Istilah Kedokteran, 1997, FKUI Jakarta

Sumarno Markam dan Achiryani Sy, Neuro Anatomi, 1982, Jakarta. Indira.

Pusnawan Junaidi dkk. Kapita Selekta Kedokteran. 1989. FKUI Jakarta.

Wingerd et al, The Human Body : concepts of anatomy and Physiology, 1994,

Philadelphia. W.B. Saunders.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar