Entri Populer

Senin, 18 Oktober 2010

Olahraga Di masa Pemerintahan Ir. Soekarno

Olahraga di Masa Pemerintahan Ir. Soekarno

Arab tetap Arab, sejak zaman jahiliah memang mendominasi dunia tipu menipu. Tetapi menipu itu bukanlah kepandaian melainkan karena tidak punya kepandaian. Bung Karno keluar dari PBB karena janji bohong Arab dan Islam, namun terlambat menyadarinya, devisa habis, harga diri diinjak-injak, rakyat dan pendukungnya dijagal berjuta-juta dan mayat-mayatnya memenuhi semua sungai diseluruh Jawa.
> "tawangalun" wrote: Maknanya Bung Karna itu walaupun Nasionalist dia menolak Israel di Asian Game ke-4 di Jakarta.

Bung Karno sudah jelas melakukan kesalahan, dia memang menolak Israel masuk ke Asian Games di Jakarta, akibatnya rekor Asian Games di Jakarta yang dipecahkan oleh Sarengat tidak diakui dunia Internasional. Sebetulnya bukan maksud Bung Karno ingin menolak Israel, karena Indonesia termasuk Bung Karno tidak ada hubungan apapun dengan Israel. Justru penolakan terhadap Israel itu sebenarnya strategi politik untuk membujuk negara-negara Arab dan Islam agar mendukung rencana Bung Karno dalam membubarkan Olympiade. Caranya Bung Karno dibantu Cina waktu itu menghamburkan uang untuk pesta olah raga Ganefo yang direncanakan untuk memboikot Olympiade.

Negara-negara Arab dan Islam berjanji akan mensukseskan Ganefo dan akan keluar dari IOC tapi dengan syarat Bung Karno menolak dan mengisolasi Israel. Demikian juga dengan Cina, mereka berjanji membantu dana dan fasilitas alat-alat olah raga untuk suksesnya Ganefo, tapi juga dengan Syarat yaitu menolak masuknya Taiwan dalam Asian Games. Karena kemakan janji, atau tertipu dari janji-janji Arab itu, akhirnya Bung Karno yang sangat ambisius itu mengikuti permintaan mereka. Akhirnya Israel dan Taiwan ditolak berpartisipasi dalam Asian Games di Jakarta yang mengakibatkan semua prestasi yang dihasilkan dalam Asian Games di Jakarta dianulir, tidak diakui sehingga nama Indonesia dalam prestasi Olah raga tidak menonjol sama sekali. Celakanya, janji Arab itu ternyata bohong, padahal mereka janji akan memboikot Olympiade dan akan mesukseskan Ganefo tapi justru sebaliknya semua Negara-negara Arab dan Islam justru mengirimkan para atlit mereka yang kelas satu ke Olympic Games, dan tidak mengirimkan para atlit ke Ganefo sehingga bukan Olympiade-nya yang diboikot oleh Arab dan Islam ini melainkan Ganefonya yang diboikot sehingga arena pertandingan cuma terisi oleh para atlit Cina dan Indonesia saja dalam berbagi Medali itu.

Namun negara seperti Mesir yang katanya sahabat dengan RI yaitu presiden Gamal Abdul Nasser, masih juga mengirimkan atlit-atlitnya tingkat juara kelurahan disana sedangkan atlit kelas satu mereka tetap bersaing merebut medali di Olympiade. Bung Karno betul-betul terditipu oleh Arab Islam diseluruh dunia, keuanganpun habis yang tinggal hanyalah hutang, janji Arab mau bantu dana buat Ganefo tidak pernah dikirimkan. Padahal untuk membujuk negara-negara Arab Islam itu saja perlu menghabiskan uang rakyat hingga rakyat disuruh mengencangkan ikat pinggang demi kebanggaan Ganefo.

Demikianlah Ganefo benar-benar memalukan, dan Bung Karno juga benar-benar malu. Subandrio yang memimpin team Safari untuk membujuk negara-negara Afrika dan Arab semula yakin jika mereka akan benar-benar setia kepada janji-janjinya. Ternyata meskipun Indonesia sudah banyak berkorban untuk mereka, justru mereka menghancurkan mimpi Bung Karno dengan membebani hutang-hutang yang tak kuat dibayar rakyat kita waktu itu. Pengkhianatan negara-negara Arab bukan cuma di Ganefo, Indonesia waktu itu oleh Bung Karno setelah berembuk dengan negara-negara Arab semuanya kompak mau keluar dari PBB, bubarkan PBB bangun Conefo yaitu Konperensi New Emerging Forces.

Pada hari D, Bung Karno berpidato dimuka rakyat Amerika disidang Dewan Keamanan PBB, beliau mengajak semua negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika latin untuk bersama-sama keluar dari PBB dan mendirikan Conefo yang pusatnya di Jakarta. Sorak gemuruh seolah-olah langit di Amerika ambruk. Semua menyatakan mendukung Bung Karno, dan Bung Karno bersumpah serapah dimuka podium Dewan Keamanan PBB menyatakan kami negara Republik Indonesia dengan ini menyatakan keluar dari United Nation. Dibawah sorak orang-orang Arab dan Islam Bung Karno langsung balik kembali ke tanah air yang disambut massa PKI dan NU yang semuanya mengibar-ngibarkan Sang Saka dengan penuh kebanggaan seolah-olah kemenangan sudah ditangan.

GANEFO atau Games of the New Emerging Forces, adalah suatu ajang olahraga tandingan Olimpiade ciptaan mantan Presiden Indonesia, Soekarno pada akhir tahun 1962. Soekarno menyatakan bahwa olahraga tidak bisa dipisahkan dari politik. Sebelumnya, dalam pelaksanakan Asian Games 1962, Indonesia melarang Israel dan Taiwan mengikuti Asian Games dengan alasan karena simpati pada Republik Rakyat Cina dan negara-negara Arab. Aksi Indonesia ini diprotes oleh Komite Olimpiade Internasional (KOI) yang mempertanyakan legitumasi Asian Games di Jakarta. Federasi Asian Games (FAG) yang diketuai juga akan menskors Indonesia untuk mengikuti karena Taiwan dan Israel merupakan anggota resmi Perserikatan Bangsa Bangsa. Akhirnya, Indonesia diskors untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 1964 Soekarno marah sehingga ia keluar dari KOI dan menuduh KOI merupakan antek imperialisme dan mengancam akan membuat penyaing olimpiade. Satu tahun kemudian, pada bulan November tahun 1963, GANEFO dilaksanakan di Jakarta, Indonesia. GANEFO berikutnya di Kairo, Mesir tahun 1967 dibatalkan karena masalah politik. GANEFO memiliki semboyan Maju Terus Jangan Mundur. Indonesia mengundang negara Republik Rakyat Cina dan negara-negara dunia ketiga untuk mengikuti GANEFO. GANEFO diikuti oleh 2.200 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa dengan 450 wartawan dari berbagai negara datang ke Senayan. GANEFO diboikot oleh negara-negara barat, tetapi GANEFO tetap berlangsung sukses. Atlit Indonesia yang berprestasi tidak berani mengikuti GANEFO karena takut akan diskors oleh KOI.

Untuk lebih detailnya klik link dibawah ini :
http://www.koni.or.id

1 komentar: